Senin, 24 Desember 2012

KIAMAT


“Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat, ‘Kapankah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’” (QS. Al-A’raaf: 187).

Adanya ramalan kiamat yang akan datang pada tanggal 21 Desember 2012, telah menimbulkan ketakutan besar di seluruh dunia. Ternyata semua orang merasa takut akan datangnya kiamat. Bagi orang-orang beriman, meskipun kiamat pasti datang, dilarang mempercayai kepastian tanggalnya.

Allah sengaja merahasiakan kapan datangnya hari itu, meskipun tanda-tandanya pernah diutarakan oleh Rasulullah SAW. Karena itu, daripada mempercayai tanggal kiamat datang, lebih baik berusaha mempersiapkan bekal sebelum kiamat benar-benar datang. Mempersiapkan bekal akan bermanfaat dalam menghadapi kiamat besar sekaligus kiamat kecil. Kiamat kecil yang berupa kematian yang datang kepada manusia satu per satu atau dalam jumlah banyak, tidak kalah dahsyatnya dibandingkan kiamat besar yang menghancurleburkan dunia dan memusnah semua makhluk. Sebab, bila kematian datang kepada seseorang hamba, maka pertanda “kiamat” baginya atau terputuslah kesempatannya untuk beramal; kecuali bagi orang beriman yang telah beramal jariyah, telah menyebarkan ilmu yang bermanfaat, dan memiliki anak salih yang mau mendoakannya. Bahkan menurut Rasulullah, kematian merupakan gerbang menuju akhirat.

Apalagi tak sesaatpun diberikan waktu untuk kembali ke dunia untuk beramal, bila ajal telah tiba. Orang-orang yang ingkar dan yang lalai dalam mempersiapkan bekal akan mengalami penyesalan. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan aku sungguh dahulu termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)” (QS. Az-Zumar: 56).

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2012/12/21/kiamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar